SKK (Sertifikat Keselamatan Kebakaran) adalah sertifikat yang harus dimiliki oleh gedung baik yang memiliki ketinggian diatas 8 (delapan) Lantai ataupun dibawah 8(delapan) Lantai

SKK sendiri merupakan prasyarat wajib yang harus dilampirkan oleh pengelola gedung dalam mengurus perpanjangan SLF (Sertifkat Laik Fungsi). Pada prakteknya SKK diurus setahun sekali dengan mengajukan permohonan kepada Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta. Sistem pengurusannya harus melampirkan dokumen yang dipersyaratkan.

Dokumen yg akan dibawa ke DPM & PTSP harus lengkap dan sesuai yang dimintakan. Perlu diingat bahwa dalam proses pengurusan perlu mendaftar secara online. Ada 2 (dua) waktu yg ditetapkan dalam pengurusan yaitu pagi dan siang. detail pendaftaran dapat dilihat disini

FSM (Fire Safety Manager)

Mengapa perlu FSM, iya saat ini pertumbuhan gedung di DKI Jakarta meningkat signifikan namun jumlah inspektur damkar DKI Jakarta sangatlah terbatas, hal ini sungguh menjadi dilema. Oleh karenanya atas inisiatif rekan-rekan di MP2KI (Masyarakat Profesi Proteksi Kebakaran Indonesia) dibuatlah LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Proteksi Kebakaran. Lembaga ini memiliki wewenang mengeluarkan sertfikasi profesi bidang proteksi kebakaran. yang mana dalam prosesnya menjadi seorang FSM harus mengikuti pelatihan yg dilakukan oleh LDP (Lembaga Diklat Profesi) Proteksi Kebakaran

Besarnya tanggung jawab seorang FSM malah membuat peserta yang telah mengikuti pelatihan menjadi antusias. Terlebih lagi para lulusan FSM yang tergabung dalam IFSMA (Indonesia Fire Safety Manager Association) harus terus mengupgrade diri sehingga tidak ketinggalan dalam keilmuan proteksi kebakaran.

Salah satu peran FSM membuat laporan (kajian) terkait kehandalan system proteksi kebakaran gedung yang dikelolanya. Hasil kajian inilah yang kita kenal sebagai MKKG (Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung) yang mana MKKG sendiri merupakan produk hukum Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.143 tahun 2016