Biasa kami menyebutnya LSP-PK, organisasi pemberi sertifikat kompetensi ini berada dibawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). sebagai lembaga kompetensi, LSP-PK memiliki kegiatan pembinaan bagi para anggotanya serta memberikan arahan kepada LDP (lembaga diklat profesi) proteksi kebakaran. Himbauan yang selalu diserukan antara lain,

  1. Menjaga kualitas calon FSM (Fire Safety Manager) agar dapat mengikuti asesmen dengan lancar
  2. Memberikan materi sesuai dengan 6 SKKNI yang telah ditetapkan
  3. Memberikan bimbingan 70 JP kepada calon FSM ditempat kerjanya

LSP-PK sendiri dari waktu ke waktu selalu berbenah diri, bukti nyata dengan selalu melakukan verifikasi ulang terhadap dokumen yang telah diujikan, dengan demikian menjamin kompetensi yang diharapkan.

Tujuan dan Sasaran didirikannya LSP-PK

  • Mendahulukan kepentingan UU No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, PP No. 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 dan Peraturan Menteri PU yang merupakan turunan dari Undang – Undang No. 28. Diantaranya diamanahkan keberadaan
  • Pengkaji Tekhnis Bangunan Gedung; yang didalamnya terdiri dari pengkaji tekhnis bidang Proteksi Kebakaran, dalam rangka penerbitan sertifikat laik fungsi bangunan gedung (SLF)
  • Dalam rangka menjamin sistem keselamatan pada bangunan gedung dan lingkunganya yang berdiri sendiri ataupun yang merupakan bagian dari satu kawasan.
  • Memberikan pengakuan atas kompetensi yang dimiliki oleh Tenaga kerja yang terlibat dalam Manajemen Proteksi Kebakaran
  • Mempersyaratkan sertifikat kompetensi sebagai syarat perekrutan tenaga kerja Proteksi Kebakaran gedung untuk menghindari kelalaian yang diakibatkan oleh manusia (Human Error)
  • Mempersiapkan diri dalam menghadapi Asean Economic Community 2015
  • Membendung Tenaga kerja profesional asing di bidang Proteksi Kebakaran gedung sekaligus memproteksi tenaga kerja lokal agar memiliki bargaining position yang imbang dalam persaingan kerja Proteksi Kebakaran gedung melalui sertifikat kompetensi.