Tujuan dari tes seperti didefinisikan dalam NFPA 25 adalah: “untuk menjamin operasi otomatik atau manual atas kebutuhan dan pengiriman kontinyu dari output sistem yang disyaratkan, dan untuk mendeteksi ketidaksempurnaan sistem pompa yang tidak tampak pada saat inspeksi”. Persyaratan tes dapat dipisah ke dalam tes tanpa aliran (churn test) bulanan pompa listrik dan mingguan pompa diesel, atau tes kinerja tahunan.

Tes tanpa aliran terdiri dari kondisi churn (tanpa aliran air) dan pompa bekerja secara otomatik karena penurunan tekanan, serta observasi visual yang bersangkutan. Tes harus dilakukan dengan menjalankan pompa secara otomatik selama minimum 10 menit untuk pompa berpenggerak motor listrik dan minimum 30 menit untuk pompa berpenggerak mesin diesel. Tes kinerja tahunan harus dilakukan dengan aliran minimum, nominal (rated) dan maksimum.

NFPA 25 mempersyaratkan sebuah program pemeliharaan preventif dijalankan sesuai dengan rekomendasi pabrik dan dimulai segera setelah serah terima pertama dari sistem pompa kebakaran. Daftar checklist pemeliharaan direkomendasikan menggunakan NFPA 25, bila program pemeliharaan manufaktur pompa tidak tersedia.
Langkah-langkah berikut dapat dipakai untuk prosedur tes mingguan/ bulanan tanpa aliran untuk pompa kebakaran dan pompa joki:

  1. Pemberitahuan kepada pusat alarm/ruang kontrol fasilitas bahwa pompa akan dites.
  2. Buang tekanan sistem untuk menjalankan pompa joki secara otomatik, biarkan pompa joki jalan dan kemudian berhenti secara otomatik.
  3. Matikan controller pompa joki. Buang tekanan sistem lagi untuk menjalankan pompa kebakaran secara otomatik.
  4. Tutup katup pelepasan (discharge) sistem. Biarkan pompa kebakaran jalan. Berhentikan pompa kebakaran secara manual dengan menekan tombol “stop” pada controller pompa kebakaran.
  5. Hidupkan controller pompa joki. Buang tekanan sistem sekali lagi secara perlahan-lahan. Ini akan menghidupkan dan mematikan pompa joki secara otomatik dan memberikan tekanan yang sudah ditentukan ke dalam system.
  6. Beritahu kepada pusat alarm untuk mengembalikan alarm ke kondisi “siaga/on line.”

Sebelum menonaktifkan sistem atau pasokan airnya untuk tujuan inspeksi, tes dan pemeliharaan, otoritas berwenang atau bagian teknik/pusat alarm perlu diberitahukan. Juga personil teknik yang berkualifikasi seharusnya hadir selama tes meskipun bilamana sebuah automatic test timer tersedia untuk memulai prosedur tes pompa. Hal ini untuk menjaga terhadap insiden yang tidak diantisipasi atau dikehendaki, seperti misalnya kerusakan pemipaan, atau kerusakan pada mesin penggerak, pompa dan bantalan poros karena overheating. Selama tes, setiap katup pengaman terpasang, seperti circulation relief atau pressure relief valve harus terbuka dan membuang air. Ini untuk menjamin suatu aliran air yang cukup untuk mencegah pompa dari overheating.

Sebagai bagian dari sebuah perlengkapan komplit pompa kebakaran, pada umumnya sebuah pompa joki disediakan untuk menghindari operasi yang sering dari pompa kebakaran karena kebocoran tekanan kecil di dalam sebuah sistem. Sebuah pompa joki disediakan untuk kompensasi perubahan kecil tekanan dan mempertahankan tekanan yang diinginkan di dalam sistem. Karena itu pompa joki juga sering disebut maintenance pump. Meskipun pompa joki tidak penting di dalam usaha pemadaman kebakaran, inspeksi, tes dan pemeliharaan yang benar harus juga dilakukan. Inspeksi, tes dan pemeliharaan pompa joki tidak dispesifikasi di dalam NFPA 25, namun direkomendasikan untuk menjalankan praktek yang serupa seperti pada inspeksi, tes dan pemeliharaan pompa kebakaran.

Sebagai bagian dari sebuah perlengkapan komplit pompa kebakaran, pada umumnya sebuah pompa joki disediakan untuk menghindari operasi yang sering dari pompa kebakaran karena kebocoran tekanan kecil di dalam sebuah sistem. Sebuah pompa joki disediakan untuk kompensasi perubahan kecil tekanan dan mempertahankan tekanan yang diinginkan di dalam sistem. Karena itu pompa joki juga sering disebut maintenance pump. Meskipun pompa joki tidak penting di dalam usaha pemadaman kebakaran, inspeksi, tes dan pemeliharaan yang benar harus juga dilakukan. Inspeksi, tes dan pemeliharaan pompa joki tidak dispesifikasi di dalam NFPA 25, namun direkomendasikan untuk menjalankan praktek yang serupa seperti pada inspeksi, tes dan pemeliharaan pompa kebakaran.

Sebagai otak di belakang operasi pompa kebakaran adalah panel pompa atau biasa disebut controller. Controller pompa kebakaran secara otomatik menjalankan dan mematikan pompa ketika tekanan tambahan diperlukan (perhatian: Perda lama No.3 Tahun 1992 DKI Jakarta mempersyaratkan pompa kebakaran untuk hidup secara otomatik dan berhenti secara manual). Pompa joki juga mempunyai controller terpisah yang serupa. Controller pompa joki mengoperasikan pompa joki secara otomatik atas penurunan tekanan di dalam sistem untuk mempertahankan tekanan yang diinginkan. Pada waktu insiden kebakaran, pompa joki akan pertama beroperasi untuk menaikkan tekanan ke nilai yang di-set. Pada waktu yang ditentukan bila pompa joki tidak dapat menahan tekanan, maka pompa kebakaran akan beroperasi. Urutan operasi ini diatur oleh controller pompa joki dan pompa kebakaran. Controller pompa joki dan pompa kebakaran harus diinspeksi, dites dan dipelihara bersama dengan tes pompa. (Antono)