Bimbingan yang telah dilakukan merupakan bekal bagi calon FSM (asesi) dalam menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan. Peserta memiliki waktu 45 hari sebelum pelaksanaan pra asesmen dilakukan.

Apa itu PRA ASESMEN ?

Pra asesmen adalah rangkaian kegiatan pengumpulan dokumen yang telah dilakukan oleh asesi (calon FSM), Asesor dari lembaga sertifikasi pada kegiatan ini akan melihat dokumen para peserta sebelum melakukan proses Asesmen. Selanjutnya calon peserta akan diberikan tata tertib dan panduan mengikuti asesmen

3. Pra Asesmen, Dokumen Portofolio dibawa pada kegiatan ini

Saling berdiskusi dan mendengarkan arahan dari asesor lembaga sertifikasi

Tiba Saatnya Untuk Asesmen

Pengalaman mengatakan, banyak peserta yang grogi saat hari ini, menyebabkan ada berkas (portofolio) yang tidak terbawa, pastikan hal ini tidak terjadi pada anda. Simak secara seksama arahan asesor pada saat pra asesmen, apa yg perlu disiapkan dan dibawa.

4. Saat Asesmen, Jawab dengan jelas dan lugas

Pastikan anda tidak melakukan debat/ adu argument yang akan mengurangi penilaian asesor

Alhamdulillah Akhirnya Kami Kompeten

5. Raut wajah kebahagian setelah dinyatakan kompeten menjadi FSM

Menjadi seorang yang bersertifikasi FSM bukanlah sebuah akhir, perjalan mengarungi dunia keselamatan kebakaran semakin hari akan terasa semakin menambah semangat baru, tugas sebagai orang yang dipercaya menjaga keselamatan bagi orang lain terhadap resiko kebakaran adalah tugas mulia.

Namun seperti juga hidup, FSM tidak bisa berjalan sendiri, bantuan dan dukungan dari pihak lain (engineer, security, housekeeping, etc) sangatlah penting, oleh karenanya FSM saat ini memiliki wadah yang bernama Indonesian Fire Safety Managers’ Association (IFSMA), yang akan membantu anggotanya untuk dapat berkolaborasi dan memberikan manfaat nyata pada penerapan manajemen keselamatan kebakaran dilingkungan kerja atau dimasyarakat.